Papandayan | Harga Tiket Masuk dan Cerita Perjalanan

by - March 08, 2020

estimasi biaya pendakian gunung papandayan
Semenjak saya ganti pekerjaan menjadi tim branding di salah satu perusahaan, saya tidak sempat mendaki gunung, kalaupun sempat cuma  gunung gunung yang dekat dengan kota saya, dan kali ini saya kembali mendaki setelah 5 bulan lebih tidak mendaki gunung.

Papandayan adalah gunung yang saya idam idamkan sejak jaman sekolah kelas 1 SMA, karena isu tiket masuknya yang melebihi 200rb katanya, jadi niat untuk ke gunung Papandayan waktu itu saya tunda, tapi bagaimana harga tiket sekarang? 

Sebelum menginfokaan tentang harga tiket masuknya, pastinya saya harus basa basi dulu donggg, hahaha blogger emang gini wkwkw.

Saya mengusahakan setiap bulannya bisa berwisata ke tempat tempat yang menarik, dan bulan ini saya merencanakan perjalanan ke gunung Papandayan, mewujudkan impian saya saat masih sekolah. Saya mengajak teman saya Budi, teman organisasi pecinta alam di sekolah, ehiya saya dulu sekolah di SMK Negeri 1 Purbalingga siapa tau yang baca satu sekolahan wkwk.

Setelah menentukan hari untuk mendaki ke gunung Papandayan, suatu hal yang wajib sebelum melaksanakan perjalanan adalah mencari info tentang gunung Papandayan, cuaca di daerah tersebut, dan estimasi biayanya. Setelah mendapat informasi yang cukup kami langsung gasss hari sabtunya.

Berangkat dari Purbalingga sekitar jam 7 naik motor, banyak teman teman yang menanyakan kenapa ngga naik bus atau kereta saja, yaa karena  naik bus mual aku wkwkw, perjalanan menuju lokasi cuaca sangat mendukung dan jalan yang dilewatipun jalan yang bagus tidak rusak. Sekitar jam 1 siang kita sampai di dekat perbatasan Tasikmalaya dan Garut kami mampir makan dan sholat duhur dulu, menuju basecamp Papandyan masih 2 jam lagi.

Beberapa teman saya yang pernah mendaki gunung di Jawa Barat bilang bahwa jika makan di daerah wisata di Jawa Barat bukan orang situ maka harganya akan dimahalkan, karena itu saya mencoba menggunakan bahasa sunda agar terlihat seperti orang situ, saya menanyakan harga "sabaraha?" si penjual menjawab "genep ribu", genep ribu itu berapa saya ngga tahu hahahaha, sok sokan tanya pake bahasa sunda pas dijawab malah ga tau artinya wkwkw, akhirnya saya menanyakan dengan bahasa Indonesia sambil mengklarifikasi bahwa saya ngga bisa bahasa sunda, dan tenyaata cuma 15rb untuk dua orang dapet telur, sayur, dan nasi yang banyak, cukup murah menurut saya tidak seperti yang dikatakan teman saya.


Sekitar jam 3 sore kami sampai di basecamp, dan ternyata cukup rame tempatnya, ada beberapa big bus juga di wisata ini, pembayaran dilakukan di portal atau di pintu masuk pertama, berapa tarifnya?

Hari Biasa(Pengunjung Nusantara)
  • Tiket masuk pengunjung Nusantara  : 20.000
  • Kendaraan roda dua :12.000
  • Kendaraan roda empat : 25.000
  • Kendaraan roda enam : 110.000
  • Sepeda : 7.000
  • Rombongan pelajar : 18.000
Hari Biasa(Pengunjung Mancanegara)
  • Tiket masuk : 200.000
  • Kendaraan roda dua :12.000
  • Kendaraan roda empat : 25.000
  • Kendaraan roda enam : 110.000
  • Sepeda : 7.000
  • Rombongan pelajar : 200.000
Hari Libur(Pengunjung Nusantara)
  • Tiket masuk pengunjung Nusantara  : 30.000
  • Kendaraan roda dua :17.000
  • Kendaraan roda empat : 35.000
  • Kendaraan roda enam : 150.000
  • Sepeda : 10.000
  • Rombongan pelajar : 20.000
Hari Libur(Pengunjung Mancanegara)
  • Tiket masuk : 300.000
  • Kendaraan roda dua :17.000
  • Kendaraan roda empat : 35.000
  • Kendaraan roda enam : 150.000
  • Sepeda : 10.000
  • Rombongan pelajar : 300.000
Tarif Lainnya :

  • Camping : 35.000
  • Camping Mancanegara : 105.000
  • Camping rombongan pelajar : 23.000

Tarif dan harga tiket masuk tersebut dihitung perhari jadi jika kamu camping 2 malam maka akan dikenakan biaya 70.000/orang.

Setelah mengurus administrasi kita langsung gass mendaki, tracknya ngga terlalu extrim dan cukup bisa  buat pendakian santai, waktu dari basecamp ke camp areanyapun tidak terlalu lama hanya sekitar 2jam 15 menit, jadi gunung ini cocok buat pemula atau buat kamu yang ingin sante santean saat mendaki.


Di Papandayan tersedia juga layanan ojek gunung yang bisa mengantarkan kamu ke wisata kawahnya, untuk harganya saya malah lupa ngga nanya.
Kami memilih mendirikan tenda di Ghober Hoet, tempatnya asik tersedia fasilitas seperti kamar mandi dan warung, tempat ini juga bisa buat sunrisen lohh, setelah makan dan sholat maghrib kita bingung mau nyeritain apa njir biasa mendaki rame rame ini cuma berdua hahaha, akhirnya kita memutuskan untuk tidur saja wkwkw.


Karena bingung mau ngapain lagi, setelah sarapan kita beres beres dan melanjutkan ke tempat edelwais dan hutan mati, waktunya kurang lebih setengah jam kalau dari ghober hoet ke hutan mati. Foto foto di taman edelwais dan hutan mati hanya sebentar karena setelah turun dari Papandayan kita akan melanjutkan perjalanan ke Kampung Naga dan bertemu mantan teman saya yang sedang kuliah di Tasikmalaya.

Mungkin banyak yang bertanya kenapa ngga ke puncak, memang saya sendiri belum pernah denger ada yang ke puncak Papandayan, tapi saya tanya memang ada puncakya, jawaban yang diberikan dari beberapa orang dan pengurus wisata Papandayan berbeda beda, si penjaga di area kawah bilang harus bayar guide karena jalanannya extrim, penjaga di area parkir dan administrasi bilang karena ada harimaunya dan harus persetujuan berbagai instansi, ibu ibu yang jualan di camp area bilang ngga boleh ke puncak karena belum ada asuransinya, jadi yang bisa dinikmati di Papandayan hanyalah tempat tempat itu saja, jangan berharap ke puncak.

harga tiket masuk papandayan
hutan mati papndayan
Turun dari Papandayan kita langsung mandi dan menuju  ke Kampung Naga, sebenarnya juga ada rencana ke tlaga bodas tapi waktunya ngga cukup. Yang jelass perjalanan saya ke  Garut dan Tasik ini menyenangkan, terima kasih sudah mau membaca tulisan saya, sementara hanya itu yang bisa saya ceritakan tentang Papandayan dan estimasi biaya untuk mendaki gunung Papandayan.



Untuk foto foto lain perjalanan saya ke Papandayan atau tempat lainnya kamu bisa kepoin instagram saya hehehe.







You May Also Like

0 komentar